Ihwal PKL Kampus Kerakyatan: Intermezo

Hubungan keduanya dipertemukan oleh dua kepentingan yang berseberang;kepentingan tata kota yang mana ada hak pejalan kaki di dalamnya, dan kepentingan untuk mencari nafkah. Jalinan hubungan ini tak pelak disaksikan di kota metropolitan, menghiasi siaran berita kita layaknya sinetron.

Namun, beda cerita jika kita bicara Yogyakarta. Mau bagaimana lagi, kaum pendatang yang berlimpah memiliki orientasi yang besar untuk makan di luar rumah. Kepindahan hidup para pendatang juga membutuhkan banyak peralatan yang dapat dibeli murah. Belum lagi eksistensi kota ini sebagai kota budaya, maka ketersediaan aksesori dan oleh-oleh harus melimpah. Maka kota ini adalah surga bagi para PKL, bagai pasar rakyat yang terbentang.

Namun, hubungan antara PKL dan penggusuran adalah hubungan yang terlalu harmonis, bahkan untuk kota sedamai Yogyakarta. Hal ini, contohnya, terjadi antara sebuah lembaga pendidikan beralias Kampus Kerakyatan, dengan segerombolan PKL yang telah bertahun hidup dalam ayomannya. Dan selayaknya hubungan asmara ala remaja ABG, terdapat kegalauan di dalamnya. Galau karena tuntutan akan tata kampus dan lingkungan pendidikan, namun terkekang norma kampus sebagai lembaga yang seharusnya mengabdi dan mencetak lulusan yang mengabdi pada rakyat.

Setidaknya ada 5 kelompok pedagang yang berjualan di sekitar wilayah Kampus rakyat ini; Pedagang RSUP Sardjito, Pedagang SundayMorning di wilayah Lembah, lalu pedagang di Sepanjang Jalan Kaliurang, Agro, dan Colombo yang ketiganya beroperasi malam. Dua di antara kelima kelompok tersebut rentan merasakan kabar penggusuran. Salah satunya di antara keduanya bahkan tinggal menunggu ajal.

Maka siapa yang salah dan siapa yang dianggap salah? Tentu saja keberpihakan hanyalah masalah perspektif, tergantung dari sudut mana kita melihatnya. Toh kedua pihak sesama memiliki hak dan memiliki salah. Maka ada baiknya kita baca dulu kisah-kisah mereka.

 

Fahmi Rijal

About Fahmi Rijal

Perantau. Dari Pekanbaru menuju Yogyakarta untuk menulis. Sedang menunggu seorang messiah yang mau mempekerjakannya secara tetap dan bergaji. Sebelum ia lelah dan memutuskan untuk jadi PNS.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *