Octocyber Cannibal, Bermain Bersama Puluhan Toys Art 27/10/2007 10:43
Tidak kurang dari 15 seniman muda Jogja yang bergerak di street art unjuk gigi dalam sebuah pameran berjudul Octocyber Cannibal, yang menampilkan berbagai macam karakter orisinil tiap-tiap seniman dalam bentuk mainan (toys). Bertempat Indonesian Visual Art Archive (IVAA), acara ini akan berlangsung mulai Jumat (26/10) hingga 9 November 2007. Konsep dari Octocyber Cannibal cukup berbeda dengan pameran street art lain yang pernah diselenggarakan di Jogja. Bisa dibilang, ini merupakan pameran pertama yang mengangkat toys art dan character design secara total.
Diberi judul Octocyber Cannibal, pameran ini mewakili tiga hal yang menjadi ciri pameran itu sendiri, yaitu penyelenggaraan pameran di bulan Oktober (octo), karakter-karakter yang umumnya mewakili dunia futuristik (cyber), dan dibuat dari barang-barang bekas (cannibal). Bukan barang baru. "Konsep acaranya kanibal. Kanibal ini konsepnya membuat karya dari barang bekas. Awalnya mau pakai resin, tapi makna kanibalnya ngga ketangkep," jelas Antonius W. selaku salah satu pencetus pameran ini.
Kurang lebih 20 karya mengisi ruang pameran maupun ruang perpustakaan dari IVAA. Semua seniman yang tergolong masih muda tersebut mencoba menghadirkan karakter-karakter mereka yang umumnya berbentuk gambar di tembok menjadi sebuah mainan. Hampir semuanya tergolong sudah sering kita jumpai di jalanan, seperti lovehatelove, p+l+u+s, rune, dan lain-lain. Dalam menampilkan karakter mereka dalam sebuah toys, mereka menggunakan darang-barang bekas seperti kotak es krim, lampu bekas, botol bekas, mainan bekas, hingga kawat bekas yang dibalut sehingga membentuk sebuah karakter. Selain itu juga terdapat beberapa karya yang dibuat dari kain flanel.
Seni toys ini sendiri sebenarnya merupakan semacam produk dari berkembangnya street art¸ khususnya logos. Antonius W., biasa menggunakan inisial Ant, mengatakan bahwa saat ini street art sudah sangat berkembang dibanding tahun 2004, saat dia mulai masuk di dunia seni jalanan. Dengan terselenggaranya Octocyber Cannibal, Antonius ingin memacu teman-teman sesama seniman jalanan untuk terus berkarya dan berani menampilkannya dalam sebuah pameran. "Aku berharap perkembangan ini tahun depan tambah lagi. Lebih dari ini," jelasnya.
Selain menghadirkan 15 seniman, dalam pembukaan acara ini juga menghadirkan Laine Berman seorang peneliti dan pengamat seni jalanan asal New York yang sudah berkecimpung di dunia street art sejak lama. Dia berharap seni ini dapat terus berkembang dan tidak sekedar menjadi semacam penanda wilayah kekuasaan seperti yang dilakukan oleh kucing jantan menandai wilayah kekuasaannya. Dengan iringan musik hip-hop, para pengunjung dipersilakan berputar-putar di kantor IVAA untuk menikmati seluruh karya pameran sembari menikmati hidangan kecil yang disediakan. (dit) |