Pameran Seni Visual 'Shadows of Prambanan' 24/11/2007 19:57
Kembali Jogja Gallery menggelar sebuah pameran seni visual bertajuk 'Shadows of Prambanan', yang menampilkan karya visual seputar kompleks Candi Prambanan sebagai warisan dunia sebelum, selama, dan setelah rehabilitasi pasca gempa 27 Mei 2006. Terdapat 35 karya dari 29 seniman yang kebanyakan mengusung aspek religi. Mikke Susanto, selaku kurator, menyatakan jika secara keseluruhan tema dari 'Shadows of Prambanan' merujuk kepada aspek inter-religi yang merupakan bagian paling krusial dalam proses rehabilitasi candi pasca gempa."Persoalan gempa sebenarnya bukan hanya soal teknis bagaimana merehabilitasi candi tetapi lebih kepada proses dialog budaya yang menjadi bagian dari kompleks Candi Prambanan itu sendiri. Saya juga melarang keras para seniman disini untuk mengambil sisi turitik candi, seperti foto lanskap pemandangan, yang menampilkan keindahan seperti foto salon." jelasnya dalam jumpa press yang diadakan Jumat (23/11) sore di Jogja Galerry. Salah satu karya yang cukup menarik perhatian adalah untaian batu yang menampilkan konsep Trimurti.
Candi Prambanan sendiri telah terdaftar dalam Daftar Warisan Dunia UNESCO pada tahun 1991, Kawasan Warisan Dunia Prambanan melambangkan karya agung kejeniusan manusia dan merupakan contoh perpaduan warisan agama Hindu dan Buddha dari abad ke-10. Prambanan juga merupakan kompleks candi Hindu terbesar di Asia Tenggara. Hal ini ditegaskan oleh Himalchuli Gurung, Programme Specialist for Culture UNESCO office Jakarta, "Candi Prambanan menjadi salah satu daftar warisan dunia selain Borobudur dan Sangiran karena selain memiliki bentuk arsitektur yang unik, di kawasan ini terdapat Candi Sewu yang berlatar belakang Buddha. Sehingga merupakan sebuah kompleks perpaduan antara budaya Hindu, Buddha, dan mayoritas muslim yang mendiami daerah sekitar. Bagaimana keharmonisan itu dapat terpadu disana merupakan sebuah hal menarik." urainya.
Pameran resmi dibuka pada Jumat (23/11) malam dan mencantumkan dress code batik kepada para undangan. Selain pameran karya seni visual yang digelar mulai 23 November hingga 16 Desember 2007 mendatang, serangkaian acara pendukung juga diadakan mulai September-Desember 2007. Salah satunya adalah workshop yang melibatkan 30 pelajar tingkat SMP dan SMU terpilih dan menghasilkan 'kereta kelinci' yang kini diparkir di halaman depan Jogja Gallery. (dee)