Mengenal Jogja & Yogyakarta Lebih dekat. Info Jogja

Mengenal Jogja & Yogyakarta Lebih dekat. Info Jogja

jogja dan semua tentang yogyakarta Halaman Utama | Profil | Kontak
Search :
  Beriklan | Peta Situs
jogja dan semua tentang yogyakarta
jogja dan semua tentang yogyakarta
Jelajah Trulyjogja.com
Wisata  
Wisata kuliner  
Oleh - oleh  
Sosial Budaya  
Universitaria  
Komunitas  
Berita dan Hiburan  
Everyday Life  
Transportasi  
Agenda  
Luar Jogja  
Kolom Komunitas  
Info Extra  
Indie Corner  
Akomodasi  
Media  
Layanan Publik  
Peta Jogja  
Iklan  
Photogallery  
Zodiak  
Forum  
Tips  
 
Index Berita  
 


Layanan Publik
 RS Sarjito 0274 - 587333 
 Polsekta Wirobrajan 0274 - 374832 
 Polsekta Umbul Harjo 0274 - 373916 
 Polsek Depok, Sleman 0274 - 566488 
 RS PKU Muhammadiyah YK 0274 - 512653 
 RS Panti Rapih 0274 - 563333 
 RS Mata Dr.Yap 0274 - 562054 
 RS Bethesda 0274 - 562246 
 SAR DIY 0274 - 562 811 
 Polda DIY 0274 - 563494 
Kalender Agenda
May
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
      1 2 3 4
5 6 7 8 9 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31


Agenda Rutin
Everyday Life
Orang Jawa yang Beruntung
"Kemarin pas mau ketemu klien, ban motorku ndadak bocor. Padahal udah ampir telat. Untung aja bocornya nggak jauh dari tukang tambal ban," ujar Tono.

more ]

 
 Ketika hujan dan hawa terasa dingin, Anda lebih suka menyantap...
  
  
  
  
  


 
Pameran Seni Visual 'Shadows of Prambanan'
24/11/2007 19:57


Kembali Jogja Gallery menggelar sebuah pameran seni visual bertajuk 'Shadows of Prambanan', yang menampilkan karya visual seputar kompleks Candi Prambanan sebagai warisan dunia sebelum, selama, dan setelah rehabilitasi pasca gempa 27 Mei 2006. Terdapat 35 karya dari 29 seniman yang kebanyakan mengusung aspek religi. Mikke Susanto, selaku kurator, menyatakan jika secara keseluruhan tema dari 'Shadows of Prambanan' merujuk kepada aspek inter-religi yang merupakan bagian paling krusial dalam proses rehabilitasi candi pasca gempa."Persoalan gempa sebenarnya bukan hanya soal teknis bagaimana merehabilitasi candi tetapi lebih kepada proses dialog budaya yang menjadi bagian dari kompleks Candi Prambanan itu sendiri. Saya juga melarang keras para seniman disini untuk mengambil sisi turitik candi, seperti foto lanskap pemandangan, yang menampilkan keindahan seperti foto salon." jelasnya dalam jumpa press yang diadakan Jumat (23/11) sore di Jogja Galerry. Salah satu karya yang cukup menarik perhatian adalah untaian batu yang menampilkan konsep Trimurti.

Candi Prambanan sendiri telah terdaftar dalam Daftar Warisan Dunia UNESCO pada tahun 1991, Kawasan Warisan Dunia Prambanan melambangkan karya agung kejeniusan manusia dan merupakan contoh perpaduan warisan agama Hindu dan Buddha dari abad ke-10. Prambanan juga merupakan kompleks candi Hindu terbesar di Asia Tenggara. Hal ini ditegaskan oleh Himalchuli Gurung, Programme Specialist for Culture UNESCO office Jakarta, "Candi Prambanan menjadi salah satu daftar warisan dunia selain Borobudur dan Sangiran karena selain memiliki bentuk arsitektur yang unik, di kawasan ini terdapat Candi Sewu yang berlatar belakang Buddha. Sehingga merupakan sebuah kompleks perpaduan antara budaya Hindu, Buddha, dan mayoritas muslim yang mendiami daerah sekitar. Bagaimana keharmonisan itu dapat terpadu disana merupakan sebuah hal menarik." urainya.

Pameran resmi dibuka pada Jumat (23/11) malam dan mencantumkan dress code batik kepada para undangan. Selain pameran karya seni visual yang digelar mulai 23 November hingga 16 Desember 2007 mendatang, serangkaian acara pendukung juga diadakan mulai September-Desember 2007. Salah satunya adalah workshop yang melibatkan 30 pelajar tingkat SMP dan SMU terpilih dan menghasilkan 'kereta kelinci' yang kini diparkir di halaman depan Jogja Gallery. (dee)


 

 

 
Berita Terkait :

Melihat Warna Paris di 'Objectif Paris'
Post Calligraphy: Kalam & Peradaban
 
Copyright © 2005 trulyjogja.com .
No part of this content or the data or the image or information included therein may be reproduced, republished or redistributed without the prior written permission of TrulyJogja.com

Mengenal Jogja & Yogyakarta Lebih dekat