Mengenal Jogja & Yogyakarta Lebih dekat. Info Jogja

Mengenal Jogja & Yogyakarta Lebih dekat. Info Jogja

jogja dan semua tentang yogyakarta Halaman Utama | Profil | Kontak
Search :
  Beriklan | Peta Situs
jogja dan semua tentang yogyakarta
jogja dan semua tentang yogyakarta
Jelajah Trulyjogja.com
Wisata  
Wisata kuliner  
Oleh - oleh  
Sosial Budaya  
Universitaria  
Komunitas  
Berita dan Hiburan  
Everyday Life  
Transportasi  
Agenda  
Luar Jogja  
Kolom Komunitas  
Info Extra  
Indie Corner  
Akomodasi  
Media  
Layanan Publik  
Peta Jogja  
Iklan  
Photogallery  
Zodiak  
Forum  
Tips  
 
Index Berita  
 


Layanan Publik
 RS Sarjito 0274 - 587333 
 Polsekta Wirobrajan 0274 - 374832 
 Polsekta Umbul Harjo 0274 - 373916 
 Polsek Depok, Sleman 0274 - 566488 
 RS PKU Muhammadiyah YK 0274 - 512653 
 RS Panti Rapih 0274 - 563333 
 RS Mata Dr.Yap 0274 - 562054 
 RS Bethesda 0274 - 562246 
 SAR DIY 0274 - 562 811 
 Polda DIY 0274 - 563494 
Kalender Agenda
June
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
            1
2 3 4 5 6 7 8
9 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30


Agenda Rutin
Everyday Life
Orang Jawa yang Beruntung
"Kemarin pas mau ketemu klien, ban motorku ndadak bocor. Padahal udah ampir telat. Untung aja bocornya nggak jauh dari tukang tambal ban," ujar Tono.

more ]

 
 Ketika hujan dan hawa terasa dingin, Anda lebih suka menyantap...
  
  
  
  
  


 
Matamati Jemek Supardi, Sederhana dan Sarat Makna
09/02/2008 10:21

Bicara soal kreativitas dan berkesenian, rasanya sayang bila melewatkan pentas pantomim yang diadakan Taman Budaya Yogyakarta jumat malam kemarin (8/2). Menghadirkan jemek supardi sebagai lakon utama, Matamati ini dipentaskan dalam rangka kerinduan Jemek Supardi untuk kembali berpantomim.

Walau hujan beberapa kali sempat mengguyur, Amphiteater Taman Budaya tetap dipenuhi penonton yang sudah menunggu penampilan Jemek Supardi dan kawan-kawan. Malam itu, Jemek Supardi tidak bermain sendirian, Broto Wijayanto menjadi lawan mainnya. Ocan, Bagus dan Tedjo Badut pun turut memeriahkan pentas pantomim yang berlangsung selama satu setengah jam tersebut.

Judul Matamati sengaja dipilih jemek dalam pementasan nya kali ini karna besarnya dorongan jiwa sosial dan keprihatinannya pada bangsa Indonesia. Jemek merasa, saat ini banyak manusia yang memiliki mata tetapi tidak pernah menggunakan matanya dengan baik. Sehingga manusia banyak yang tidak dapat mana yang benar dan mana yang salah. Ini karena manusia sudah tidak lagi menggunakan mata hatinya. Meski mata lahiriahnya melihat, namun mata batinnya buta.

Ironi yang berbeda pun disajikan dalam pentas pantomim ini. Digambarkan seorang yang meskipun matanya buta namun ia dapat menggunakan mata hatinya dengan baik. Sehingga ia merasa tidak pernah berada dalam kegelapan, walau kenyataanya kegelapan adalah teman dekatnya.

Di akhir pementasan, dapat ditangkap pesan bahwa jika kegelapan menyelimuti kehidupan kita, maka hanya cahaya lentera hati lah yang akan menunjukkan jalan kebenaran.

"Acara yang juga bertujuan untuk menumbuhkan minat berkesenian dalam berpantomim ini nantinya diharapkan akan muncul generasi-generasi muda baru yang akan menjadi penggiat seni berpantomim di masa depan, mengingat seni pantomim saat ini mulai pudar dalam masyarakat," ungkap Eko Nuryono selaku pimpinan produksi sekaligus sutradara pentas pantomim Jemek Supardi. (ina)
 

 
Berita Terkait :

Repertoarmime MATAMATI Jemek Supardi
 
Copyright © 2005 trulyjogja.com .
No part of this content or the data or the image or information included therein may be reproduced, republished or redistributed without the prior written permission of TrulyJogja.com

Mengenal Jogja & Yogyakarta Lebih dekat