Mengenal Jogja & Yogyakarta Lebih dekat. Info Jogja

Mengenal Jogja & Yogyakarta Lebih dekat. Info Jogja

jogja dan semua tentang yogyakarta Halaman Utama | Profil | Kontak
Search :
  Beriklan | Peta Situs
jogja dan semua tentang yogyakarta
jogja dan semua tentang yogyakarta
Jelajah Trulyjogja.com
Wisata  
Wisata kuliner  
Oleh - oleh  
Sosial Budaya  
Universitaria  
Komunitas  
Berita dan Hiburan  
Everyday Life  
Transportasi  
Agenda  
Luar Jogja  
Kolom Komunitas  
Info Extra  
Indie Corner  
Akomodasi  
Media  
Layanan Publik  
Peta Jogja  
Iklan  
Photogallery  
Zodiak  
Forum  
Tips  
 
Index Berita  
 



Layanan Publik
 RS Sarjito 0274 - 587333 
 Polsekta Wirobrajan 0274 - 374832 
 Polsekta Umbul Harjo 0274 - 373916 
 Polsek Depok, Sleman 0274 - 566488 
 RS PKU Muhammadiyah YK 0274 - 512653 
 RS Panti Rapih 0274 - 563333 
 RS Mata Dr.Yap 0274 - 562054 
 RS Bethesda 0274 - 562246 
 SAR DIY 0274 - 562 811 
 Polda DIY 0274 - 563494 
Kalender Agenda
September
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
      1 2 3 4
5 6 7 8 9 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30


Agenda Rutin
Everyday Life
Orang Jawa yang Beruntung
"Kemarin pas mau ketemu klien, ban motorku ndadak bocor. Padahal udah ampir telat. Untung aja bocornya nggak jauh dari tukang tambal ban," ujar Tono.

more ]

 
 Ketika hujan dan hawa terasa dingin, Anda lebih suka menyantap...
  
  
  
  
  


 
Rackelku Sayang Rackelku Malang, Potret Seni Spontanitas
11/02/2006 20:34

Bentara Budaya sekali lagi menjadi saksi bertambahnya karya seni di Jogja. Melalui kemampuan seni fotografi yang dimiliki Tarko Sudiarno, sebuah obyek yang tidak dipandang menjadi karya yang artistik. Berangkat dari kejelian Tarko menangkap nilai seni yang terdapat di sebuah pabrik sablon terbesar di Indonesia yang terletak di Malang, pameran foto ini diadakan. Pabrik yang terdiri dari beberapa blok bangunan dengan dinding yang amat panjang di tiap blok itu pun menjadi obyek seni Tarko.

Dinding-dinding pabrik tersebut memang dipenuhi dengan coretan, dan juga lepotan cat yang dilakukan oleh para buruh pabrik itu di kala senggang. Selain itu, di sana-sini terdapat gambar yang menyerupai lukisan, dilakukan bukan untuk menciptakan karya seni tertentu, namun hanya sebagai bentuk keisengan mereka. Kombinasi dari semua itulah yang diperhatikan secara detail dan rinci oleh, lalu diangkat menjadi gambar yang berseni.

Rackelku Sayang Rackelku Malang menjadi judul yang dianggap tepat oleh Tarko. Hal itu memberikan analogi antara kehidupan para buruh dan rackel (alat sablon) yang memiliki sukacita dan dukacita. Jika diamati dalam-dalam, coretan-coretan di dalam foto bercerita tentang nasib, pergulatan, dan impian para buruh pabrik itu. Pengunjung akan sangat terbantu oleh judul dari setiap gambar yang terpajang, antara lain Setan Jedhing, Musuh Kematian, serta Anak Malang. Judul tersebut merupakan intepretasi yang dimiliki oleh Tarko bersama dua kuratornya, Romo Sindhunata dan Herry Budiono.
 
Pameran foto yang dilaksanakan dari tanggal 10-16 Februari ini dibuka oleh Romo sindhunata Jumat malam (10/2). "Tanpa fotografi Tarko, tidak mungkin sudut-sudut itu ditembak dengan jeli dan menjadi karya yang memiliki nilai seni," ujar Romo Sindhunata dalam pidato pembukanya mengenai latar belakang pameran tersebut. Kemudian secara simbolis, M.Ptrus, seniman sahabat Tarko membuka pintu galeri Bentara Budaya dan mempersilakan pengunjung untuk menikmati 50 foto yang dipajang.
 
Sebagai hiburan, orkes Sinar Pangunci dari Solo hadir dengan lagu-lagu segala jaman dan indah didengarkan. Tarko sudiarno yang malam itu menggunakan pakaian santai, yakni kaos putih berkerah, celana pendek, serta bertopi terlihat gembira dengan antusiasme masyarakat yang ingin melihat karyanya. Ditanya mengenai foto-foto yang diambilnya setengah tahun yang lalu itu, Tarko mengatakan, "Lihat ini itu luar biasa, saya langsung terangsang untuk memfotonya."

Fotografi telah menjadi bagian dari kesehariannya sejak SMA dan dengan kemampuannya itu pula, ia menjadi wartawan Jakarta Post hingga saat ini. Rackelku Sayang Rackelku Malang adalah pameran tunggalnya yang ketiga. Sebelumnya, ia pernah mengadakan pameran tunggal di Lembaga Indonesia-Perancis Jogja (LIP) dan Culture Center French (CCF) di Jakarta. (tie)

 

 
Berita Terkait :

Cerita Dalam Sebuah Kotak, Pameran Fotografi dan Desain
 
Copyright © 2005 trulyjogja.com .
No part of this content or the data or the image or information included therein may be reproduced, republished or redistributed without the prior written permission of TrulyJogja.com

Mengenal Jogja & Yogyakarta Lebih dekat