Love & Poverty, Realitas Kemiskinan dalam Foto 14/03/2006 17:35
Sekali lagi kita diajak untuk bisa berempati terhadap sesama yang kurang beruntung. Melalui pameran foto yang bertema Love & Poverty, Komunitas Gelang Putih mengajak kita untuk meluangkan waktu sejenak, menilik realitas kemiskinan dan pemiskinan yang ada disekitar kita.
Pameran yang berlangsung Senin (13/3) hingga Minggu (19/3) di toko buku Toga Mas ini merupakan bentuk kepedulian nyata dan kasih sayang Komunitas Gelang Putih terhadap sesama, sekaligus membuka realita kemiskinan di berbagai daerah di Indonesia. Sekitar 40 foto yang menggambarkan kehidupan kaum miskin termasuk didalamnya akibat dari kondisi miskin dengan latar berbagai daerah di Indonesia dipajang di sepanjang dinding.
Karya yang dipamerkan adalah hasil karya fotografer Jogja yang ikut peduli terhadap realita kemiskinan. Penggambaran kemiskinan dalam pameran foto ini ditunjukkan di antaranya dengan foto pemulung yang mengumpulkan koran setelah Solat Ied, ibu-ibu penjual sayur yang tidur diantara dagangannya, anak kecil yang meminta-minta, pedagang asongan, dan tukang tambal ban.
Pameran dibuka Senin (13/3) dengan acara diskusi seputar kemiskinan dengan pembicara seorang Sosiolog UGM, Dr. Susetiawan S.U. Dalam diskusi, dibicarakan berbagai realita kemiskinan, serta solusi-solusi mengurangi kemiskinan. Seperti dicontohkannya tentang solusi pengadaan berbagai akses pendidikan serta kesehatan bagi kaum miskin.
Acara dilanjutkan dengan pemutaran film dokumenter yang berjudul "Kami Anak Indonesia" dan "Joki Kecil". Kedua film tersebut sedikit banyak bertemakan kemiskinan. Penampilan akustik dari Captain Jack dan The Only juga ikut memeriahkan acara di malam harinya.
Komunitas Gelang Putih merupakan komunitas yang memiliki kepedulian terhadap masalah kemiskinan dan pemiskinan, serta ikut berpartisipasi dalam gerakan pengentasan kemiskinan. Salah satu caranya adalah dengan meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kemiskinan dan pemiskinan itu sendiri.
Didi, salah satu volunteer Gelang Putih, menuturkan bahwa kemiskinan adalah lebih pada akibat kegagalan pemerintah dalam membina bangsanya. Sedangkan pemiskinan merupakan suatu keadaan yang memang dikondisikan.
"Kemiskinan tidak bisa hilang, karena merupakan bagian dari rantai kehidupan," lanjutnya. Meski demikian, tidak berarti kita bisa mendiamkan saja realita yang ada. Paling tidak kita diharapkan dapat membantu kaum miskin untuk bisa menikmati kehidupan yang layak. (opi) |