Ayam Betutu, Menu Baru Dari Jimbaran 25/05/2006 09:48
Seharusnya semua pecinta kuliner Jogja sudah tahu kalau Jimbaran, resto ikan bakar yang ada di bilangan Sleman adalah tempat paling oke di Jogja untuk merasakan hidangan laut berkualitas tinggi. Ikan-ikan eksotis seperti kerapu macan dan mahi-mahi yang nyam-nyam dibakar sempurna dengan bumbu Bali . . . . wah, tak ada duanya di Jogja! Makanya saya bingung waktu Bu Pemred menyeret saya ke sana untuk mencoba ayamnya. Ayam? Sejak kapan ada ayam di laut?
Di Jimbaran kami dapat bocoran kalau restoran yang bisanya selalu ramai ini agak sepi pengunjung akhir-akhir ini. Hah? Ada apa dengan Jimbaran? Usut punya usut ternyata semua itu disebabkan oleh Merapi yang akhir-akhir ini sering batuk-batuk dan ingusan. Rupanya banyak fans Jimbaran dari luar kota yang punya persepsi bahwa Kota Jogja sudah ada di ambang kiamat karena bencana alam ini. ( . . . speechless . . . )
Bagi kita yang tinggal di Jogja hal itu jelas terdengar sangat aneh. Karena ironisnya, bagi sebagian besar warga Jogja bencana Merapi ini justru dilihat sebagai momen istimewa untuk melihat indahnya lelehan lava pijar di malam hari. Saya dan Bu Pemred otomatis ingat ketika kami berada di Kaliurang, hanya tujuh KM dari puncak Merapi yang sedang giat-giatnya memuntahkan lava merah pijar yang meluncur cepat sepanjang punggung gunung. And it was exciting! (juga adem tentunya) Dan asal tahu saja, Jimbaran itu terletak sekitar 20an KM dari puncak merapi, sangat aman dan bahkan nyaman untuk menyaksikan aktivitas Merapi dari kejauhan.
Setelah puas membicarakan betapa naifnya orang-orang itu, saya kembali teringat pada kasus ayam tadi. Rupanya Jimbaran menyediakan menu ayam bagi mereka yang tidak suka atau tidak bisa makan hidangan laut. Oooh . . . dan karena Jimbaran terkenal dengan Balinese stylenya, maka mereka menawarkan menu ayam primadona Bali, Ayam Betutu, ayam kampung yang direbus utuh dengan panci bertekanan tinggi hingga lunak. Di dalam rongga tubuh ayam disusupkan aneka rempah-rempah khas Bali yang akan merasuk jauh ke daging ayam ketika proses perebusan berlangsung. Ayam ini berwarna kekuningan menawan karena kunyit dan berbau harum sereh. Tapi ternyata itu bukan sereh! Namanya bongkot (kalo nggak salah), sekeluarga dengan sereh dan menjadi rempah endemik di Pulau Dewata.
Rasanya tidak usah diragukan lagi. Gurih dengan harum rempah yang kompleks dan sedikit sengatan rasa pedas yang menyenangkan di lidah. Ayam empuk ini dihidangkan dengan kaldu ayam nyam-nyam yang bisa untuk cocolan atau dituang ke nasi hangat sebagai kuah. Lebih enak lagi kalau dimakan dengan sambel khas Jimbaran yang beraneka macam. Yang sangat tidak 'Jimbaran' dari ayam betutu ini . . . ayamnya tidak diimpor dari Bali! (kalau belum tahu, semua ikan di Jimbaran diimpor dari Bali). Untuk satu ekor ayam utuh kita harus membayar Rp 60 ribu. Kalau Anda hanya berdua saja, Anda bisa memesan setengah ekor dengan harga Rp 30 ribu. (ang)
- Untuk info lebih lanjut tentang Jimbaran, lihat di arsip wisata kuliner.
|