Mengenal Jogja & Yogyakarta Lebih dekat. Info Jogja

Mengenal Jogja & Yogyakarta Lebih dekat. Info Jogja

jogja dan semua tentang yogyakarta Halaman Utama | Profil | Kontak
Search :
  Beriklan | Peta Situs
jogja dan semua tentang yogyakarta
jogja dan semua tentang yogyakarta
Jelajah Trulyjogja.com
Wisata  
Wisata kuliner  
Oleh - oleh  
Sosial Budaya  
Universitaria  
Komunitas  
Berita dan Hiburan  
Everyday Life  
Transportasi  
Agenda  
Luar Jogja  
Kolom Komunitas  
Info Extra  
Indie Corner  
Akomodasi  
Media  
Layanan Publik  
Peta Jogja  
Iklan  
Photogallery  
Zodiak  
Forum  
Tips  
 
Index Berita  
 


Layanan Publik
 RS Sarjito 0274 - 587333 
 Polsekta Wirobrajan 0274 - 374832 
 Polsekta Umbul Harjo 0274 - 373916 
 Polsek Depok, Sleman 0274 - 566488 
 RS PKU Muhammadiyah YK 0274 - 512653 
 RS Panti Rapih 0274 - 563333 
 RS Mata Dr.Yap 0274 - 562054 
 RS Bethesda 0274 - 562246 
 SAR DIY 0274 - 562 811 
 Polda DIY 0274 - 563494 
Kalender Agenda
May
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
      1 2 3 4
5 6 7 8 9 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31


Agenda Rutin
Everyday Life
Orang Jawa yang Beruntung
"Kemarin pas mau ketemu klien, ban motorku ndadak bocor. Padahal udah ampir telat. Untung aja bocornya nggak jauh dari tukang tambal ban," ujar Tono.

more ]

 
 Ketika hujan dan hawa terasa dingin, Anda lebih suka menyantap...
  
  
  
  
  


 
Brongkos Lezat Untuk Para Karnivora
29/05/2006 18:31

Membaca cerita saya tentang brongkos Handayani yang cuma terdiri dari kacang tolo, tahu dan kulit tangkil, seorang teman protes keras. "Di tempatku yang namanya brongkos tuh isinya daging sapi! Masak yang berpola vegetarian gini dibilang brongkos?" Saya, si penulis ecek-ecek yang suka makan ini (ingat, sama sekali berbeda dengan ahli kuliner!"), cuma bisa gelagapan dan menjawab dengan tidak meyakinkan, "Di menunya emang namanya brongkos kok." 1 - 0 untuk kekalahan jurnalis tukang makan.

Namun ternyata brongkos ala karnivora yang berisi daging memang bukan isapan jempol. Rekan truly sang ahli makanan '2 ng' (ngere lan ngemproh = murah dan asik) menyalakan pelita di tengah kegelapan hati saya. Ada warung brongkos yang ternyata nggak kalah bekennya, tapi posisinya nun jauh di perbatasan DIY - Jateng. Namanya Warung Ijo Bu Padmo. Tempatnya ada di Pasar Tempel, di bawah Jembatan Krasak yang menghubungkan wilayah DIY - Jateng. Warungnya yang hijau nyempil di tengah kios-kios pasar lainnya.

Meskipun super beken, warungnya benar-benar mungil dan sempit. Awak trulyjogja segera menghabiskan satu bangku panjang dan membikin ribut di dalam warung. Saya memesan brongkos plus tahu. Dari warna, bau, dan tampilan, brongkos yang ini nggak ada mirip-miripnya dengan brongkos kacang tolo favorit saya. Dan nasinya agak minimalis untuk porsi saya. Tapi rasanya . . .

Maksimal! Memang beda dengan brongkos vegetarian. Yang ini santannya lebih kental. Aromanya khas masakan daging dengan keharuman rempah yang menghanyutkan. Rasanya gurih dengan cubitan rasa pedas yang membuat tidak enek. Dagingnya empuk dan lumayan banyak, satu porsi nasi jelas kurang untuk mengimbangi semua daging ini. Secara keseluruhan, brongkos pemakan daging ini enak banget, meskipun sepertinya lebih cocok untuk makan siang karena citarasanya yang lebih 'berat'.

Harganya juga lebih berat. Delapan ribu satu porsi, dengan tambah nasi dan minum jadi sepuluh ribuan. Warung ijo yang ijonya mirip-mirip ijo trulyjogja (ge-er) ternyata sudah lumayan lama berproduksi. Sudah 50an tahun! Dan yang lebih keren, Bu Padmo masih ada dan masih sering mengecek keaslian rasa brongkos yang layak mendapat titel pusaka kuliner Jogja ini. Tapi harap diingat, meskipun beken dan cukup mungil, warung yang satu ini tidak buka cabang lho! (ang)

 

 
Berita Terkait :

Serbuan Tengah Malam ke Gudeg Pawon
Marhaen, Bukan Warung Makan Biasa
Brongkos Handayani, Kesederhanaan Rasa yang Menggoda
Warna-Warni Lombok Ijo Sego Abang
 
Copyright © 2005 trulyjogja.com .
No part of this content or the data or the image or information included therein may be reproduced, republished or redistributed without the prior written permission of TrulyJogja.com

Mengenal Jogja & Yogyakarta Lebih dekat