Mengenal Jogja & Yogyakarta Lebih dekat. Info Jogja

Mengenal Jogja & Yogyakarta Lebih dekat. Info Jogja

jogja dan semua tentang yogyakarta Halaman Utama | Profil | Kontak
Search :
  Beriklan | Peta Situs
jogja dan semua tentang yogyakarta
jogja dan semua tentang yogyakarta
Jelajah Trulyjogja.com
Wisata  
Wisata kuliner  
Oleh - oleh  
Sosial Budaya  
Universitaria  
Komunitas  
Berita dan Hiburan  
Everyday Life  
Transportasi  
Agenda  
Luar Jogja  
Kolom Komunitas  
Info Extra  
Indie Corner  
Akomodasi  
Media  
Layanan Publik  
Peta Jogja  
Iklan  
Photogallery  
Zodiak  
Forum  
Tips  
 
Index Berita  
 



Layanan Publik
 RS Sarjito 0274 - 587333 
 Polsekta Wirobrajan 0274 - 374832 
 Polsekta Umbul Harjo 0274 - 373916 
 Polsek Depok, Sleman 0274 - 566488 
 RS PKU Muhammadiyah YK 0274 - 512653 
 RS Panti Rapih 0274 - 563333 
 RS Mata Dr.Yap 0274 - 562054 
 RS Bethesda 0274 - 562246 
 SAR DIY 0274 - 562 811 
 Polda DIY 0274 - 563494 
Kalender Agenda
September
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
      1 2 3 4
5 6 7 8 9 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30


Agenda Rutin
Everyday Life
Orang Jawa yang Beruntung
"Kemarin pas mau ketemu klien, ban motorku ndadak bocor. Padahal udah ampir telat. Untung aja bocornya nggak jauh dari tukang tambal ban," ujar Tono.

more ]

 
 Ketika hujan dan hawa terasa dingin, Anda lebih suka menyantap...
  
  
  
  
  


 
Cheng-Cheng Po, Mutikultur di Mata Anak-Anak
06/12/2007 12:02

Karya film pendek seniman, termasuk film maker, Jogja dapat dikatakan sudah menjadi jaminan mutu untuk berkompetisi. Setelah sebelumnya film berjudul "Harap Tenang Ada Ujian" karya film maker dari Jogja, Ifa Isfansyah berhasil menyabet predikat Film Pendek Terbaik dalam ajang Festival Film Indonesia, kali ini film dari Jogja berjudul Cheng-Cheng Po karya B. W. Purbanegara berhasil mendapat Audience Award dalam Festival Film Pendek Konfiden tahun 2007 yang diselenggarakan di Jakarta.

Film Cheng-Cheng Po mencoba mengangkat tema multikultur dengan menggunakan sudut pandang anak-anak. "(Sudut pandang anak-anak dipilih) Karena kami ingin mencoba menyederhanakan persoalan dari perspektif anak-anak," jelas Yosep Anggi Noen selaku Produser dan Ide Cerita dari film tersebut.

Selain itu, menurutnya dengan melihat kepolosan anak-anak dalam film Cheng-Cheng Po, kita dapat melihat bahwa mempermasalahkan perbedaan merupakan hal yang bisa disebut cheng-cheng po (remeh temeh).

Film yang diproduksi 56 Films bekerja sama dengan Persekutuan Sahabat Gloria ini sendiri bercerita mengenai empat orang anak, Markus, Tiara, Tohir, dan Han dengan latar belakang yang berbeda-beda. Perbedaan latar belakang tersebut rupanya tidak menjadi pembatas persahabatan mereka yang tulus, dan mereka mampu melihat perbedaan sebagai sesuatu yang indah.

Keberhasilan film Cheng-Cheng Po mendapat Audience Award dalam Festival Film Pendek Konfiden 2007 merupakan langkah awal untuk melangkah lebih maju. Film ini telah diundang oleh Claire Mont Farrant Short Film Festival dan Rotterdam Film Festival untuk diseleksi. Bukan hal yang mustahil, film-film karya film maker Jogja bersaing dan menang dalam pentas film tingkat nasional yang selama ini didominasi Jakarta dan Bandung maupun tingkat internasional.

Mari berkarya. Mari berjuang untuk menunjukan potensi kreatifitas dari Jogja! (dit)
 

 
Berita Terkait :

SHoK 2007, Kompilasi Film Pendek SHoK Keliling Jawa
Festival Animasi Nasional 2007, Animasi Made In Indonesia
City 2# City: Lihat Kota Jogja Lewat Film
Festival Film Den Haag, Perkenalkan Film-Film Belanda di Kinoki
Video Battle, Mari Berkarya Video Bersama-Sama
Penghargaan, Hip-Hop, dan Malam Penutupan JAFF 2007
Malam Penghargaan bagi Deddy Mizwar
JAFF 2007, Diaspora Sinema Asia
JAFF 2007 Telah Dimulai!
Peluncuran Film Sial!, Menonton Bersama Mari Menonton!
Menyibak Secuil Sejarah Kelam dalam Film Sinengker
Awas! Video Kami Merekam, Peringati Hari Film Nasional
SHoK #5: Wajah-wajah Nugross, Melihat Lebih Dekat Seorang Fajar Nugroho
Invasi Jepang di Pekan Penuh Cinta
Ibu Hamil Vs Komplotan Pemuja Setan di Kinoki
Long Road to Heaven, Suguhkan Gambaran Nyata di Balik Tragedi Bom Bali
One Minutes Video Hadirkan Video-Video Super Singkat
Gubuk Ceria, Walau Minimalis Tetap Hasilkan Karya Terbaik
Cinema for Solidaritea, Berperannya Flm Dokumenter dalam Sebuah Bencana
Yogyakarta Internasional Videowork Festival #02, Gaya Baru dalam Berkreasi
Kolaborasi Indonesia-Prancis di Yogyakarta International Videowork Festival #02
Le Grand Voyage, Kinoki Putar Film Dua Generasi
Festival Film Dokumenter 2006: Call for Entry!
Kompilasi Film Independen 'Movie for All'
Festival Film Manusia dan Hutan, Bangkitkan Kepedulian Lingkungan Lewat Film
JAFF Layak Menjadi Agenda Tahunan
Osama, Belenggu Cadar Pada Masa Taliban
Semangat Independen di JAFF, Motivasi Film Maker Lokal
Kisah Opera Jawa Sajikan Ramayana Versi Baru
Bikin Film Gempa Yuuukkk...
Jogja Netpac Asian Film Festival, Sinema in The Midst of Crises
Komunitas Dokumenter, Hadir, Tumbuh, dan Berkembang di Dunia Film Dokumenter
Movie For All: Children, Creation, and Film; Sembuhkan Trauma Dengan Belajar Buat Film
Siap-Siap Antri Untuk Menonton 'Da Vinci Code'
Jakarta International Film Festival Travelling to Jogja 2006
Bioskop Jogja, Sekarang dan Sejarahnya
Dunia Dalam Berita, Kisah Khairi Sang Reporter
Berbagi Suami, Film Alternatif Angkat Tema Poligami
Limaenam Films
Bentara Budaya Sajikan Film Eropa Timur
8mm, Komunitas Film Ilegal SMU Stece 1
Patemon, Dari Pelayanan Iman Hingga Video Klip
Dialog Perfilman Jogja View, Dukung Bekembangnya Dunia Perfilman Indonesia
Casting "Sembilan Naga", Kesempatan Jadi Bintang
Lajar Tantjap Community
Annyeonghaseyo Jogja Korea At a Glance
 
Copyright © 2005 trulyjogja.com .
No part of this content or the data or the image or information included therein may be reproduced, republished or redistributed without the prior written permission of TrulyJogja.com

Mengenal Jogja & Yogyakarta Lebih dekat