Mengenal Jogja & Yogyakarta Lebih dekat. Info Jogja

Mengenal Jogja & Yogyakarta Lebih dekat. Info Jogja

jogja dan semua tentang yogyakarta Halaman Utama | Profil | Kontak
Search :
  Beriklan | Peta Situs
jogja dan semua tentang yogyakarta
jogja dan semua tentang yogyakarta
Jelajah Trulyjogja.com
Wisata  
Wisata kuliner  
Oleh - oleh  
Sosial Budaya  
Universitaria  
Komunitas  
Berita dan Hiburan  
Everyday Life  
Transportasi  
Agenda  
Luar Jogja  
Kolom Komunitas  
Info Extra  
Indie Corner  
Akomodasi  
Media  
Layanan Publik  
Peta Jogja  
Iklan  
Photogallery  
Zodiak  
Forum  
Tips  
 
Index Berita  
 


Layanan Publik
 RS Sarjito 0274 - 587333 
 Polsekta Wirobrajan 0274 - 374832 
 Polsekta Umbul Harjo 0274 - 373916 
 Polsek Depok, Sleman 0274 - 566488 
 RS PKU Muhammadiyah YK 0274 - 512653 
 RS Panti Rapih 0274 - 563333 
 RS Mata Dr.Yap 0274 - 562054 
 RS Bethesda 0274 - 562246 
 SAR DIY 0274 - 562 811 
 Polda DIY 0274 - 563494 
Kalender Agenda
June
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
            1
2 3 4 5 6 7 8
9 10 11 12 13 14 15
16 17 18 19 20 21 22
23 24 25 26 27 28 29
30


Agenda Rutin
Everyday Life
Orang Jawa yang Beruntung
"Kemarin pas mau ketemu klien, ban motorku ndadak bocor. Padahal udah ampir telat. Untung aja bocornya nggak jauh dari tukang tambal ban," ujar Tono.

more ]

 
 Ketika hujan dan hawa terasa dingin, Anda lebih suka menyantap...
  
  
  
  
  


 
Ngalap Berkah Lewat Gunungan
18/01/2006 15:31

Dalam setiap upacara garebeg maulud yang diadakan oleh Kasultanan Yogyakarta, ada satu kegiatan yang tidak pernah dilewatkan oleh masyarakat. Apalagi jika bukan bagi-bagi gunungan yang selalu dinantikan oleh para pengunjung yang hadir. Saking antusiasnya masyarakat untuk mendapatkan bagian dari gunungan tersebut, mereka harus berdesakan bahkan berebutan untuk mendapatkan sesajen yang dipercaya bisa membawa berkah bagi mereka yang bisa mendapatkannya. Aksi pengunjung demikian disebut juga sebagai ngalap berkah atau mencari berkah.

Gunungan berasal dari kata gunung karena sesajen yang diusung bentuknya menyerupai gunung. Ada enam jenis gunungan yang dikenal oleh masyarakat yaitu gunungan lanang, gunungan wadon, gunungan gepak, gunungan pawuhan, gunungan dharat, serta gunungan kutug/bromo. Namun dari keenam gunungan tersebut hanya lima saja yang selalu disajikan dalam setiap garebeg yaitu semua yang telah disebutkan sebelumnya, kecuali gunungan kutug/bromo. Gunungan kutug/bromo sendiri hanya dibuat setiap delapan tahun sekali, bertepatan dengan tahun Dal.

Jika Anda berkesempatan untuk menyaksikan prosesi arak-arakan gunungan pada acara garebeg mulud, maka Anda bisa melihat ada enam belas orang yang memikul setiap gunungan. Untuk gunung lanangan, diperlukan tambahan satu orang untuk memegang tongkat. Tongkat itu bukan sembarang tongkat karena salah satu ujungnya harus ditekan ke bagian puncak gunungan agar dapat tegak lurus selama diusung ke Masjid Besar melewati Sitihinggil, Tratag Pagelaran, sampai Alun-Alun Utara.

Isi dari gunungan juga bervariasi. Untuk gunungan lanang misalnya, berisi antara lain hasil tanduran atau tanaman rakyat seperti kacang panjang dan cabai merah selain adapula tumpeng nasi. Gunungan gepak terbuat dari kue-kue kecil yang memiliki lima macam warna yaitu warna kuning, biru, merah, hitam, serta hijau. Pada gunungan dharat, masyarakat bisa mendapati kue besar berbentuk lempengan yang berwarna hitam. Di sekeliling kue itu ada kue-kue ketan berbentuk lidah yang disebut ilat-ilatan (ilat adalah lidah dalam bahasa Jawa). Kue-kue berbahan ketan seperti wajik dan rengginang menghiasi gunungan wadon. Gunungan wadon jika diamati bentuknya menyerupai sebuah bunga raksasa. Sedangkan gunungan dharat bahan pembuatnya kurang lebih serupa dengan gunungan wadon.

Gunungan sendiri dipercaya sebagai simbolisasi berkah bagi masyarakat, khususnya masyarakat Jogja. Masih banyak warga Jogja yang percaya bahwa bagian sesajen itu, walau hanya sedikit, bisa mendatangkan rizki bagi mereka. Sebelum diarak dan dibagikan, gunungan-gunungan tersebut dibacakan doa-doa yang dianggap menyucikan. Karenanya gunungan juga dipercaya bisa mengusir kekuatan jahat. Begitu kuatnya kepercayaan masyarakat terhadap kekuatan gunungan, tak jarang ditemui pengunjung yang hadir juga berasal dari wilayah luar Jogja.(the)
   
(foto: yogya2.wasantara.net.id)

 

 
Berita Terkait :
 
Copyright © 2005 trulyjogja.com .
No part of this content or the data or the image or information included therein may be reproduced, republished or redistributed without the prior written permission of TrulyJogja.com

Mengenal Jogja & Yogyakarta Lebih dekat