Walau motif batik sudah menjadi pemandangan yang umum di kota Jogja, namun hanya segelintir orang yang mengetahui bagaimana pembuatan batik ini sendiri. Berdasarkan pembuatannya, batik dibedakan menjadi dua macam, batik cetak dan batik tulis.
Karena batik cetak dibuat dengan mesin pencetak, nilai seninya tak setinggi batik tulis. Kemampuan membuat batik tulis inilah yang belum banyak diketahui orang.
Dalam proses pembuatan batik tulis, dibutuhkan keselarasan seni dan kesabaran pembatik. Urutan pembuatannya diawali dengan menggambar motif batik di atas kain mori atau sutera. Setelah motif tercetak, dilanjutkan dengan klowongan atau ngengreng. Tahap berikutnya adalah isen-isen atau cecek.
Setelah selesai, tahapan selanjutnya adalah nerusi, yaitu kembali membatik pada sisi sebaliknya. Dilanjutkan dengan nembok atau memblok untuk hasil warna putih dan coklat. Kemudian dicelup dengan warna biru.
Setelah kain kering, dilakukan nembok lagi untuk pewarnaan putih dan hitam. Terakhir, dicelup dengan warna coklat soga. Keseluruhan proses ini membutuhkan waktu paling cepat 1,5 bulan untuk satu lembar kain batik.(ind)