Mengenal Jogja & Yogyakarta Lebih dekat. Info Jogja

Mengenal Jogja & Yogyakarta Lebih dekat. Info Jogja

jogja dan semua tentang yogyakarta Halaman Utama | Profil | Kontak
Search :
  Beriklan | Peta Situs
jogja dan semua tentang yogyakarta
jogja dan semua tentang yogyakarta
Jelajah Trulyjogja.com
Wisata  
Wisata kuliner  
Oleh - oleh  
Sosial Budaya  
Universitaria  
Komunitas  
Berita dan Hiburan  
Everyday Life  
Transportasi  
Agenda  
Luar Jogja  
Kolom Komunitas  
Info Extra  
Indie Corner  
Akomodasi  
Media  
Layanan Publik  
Peta Jogja  
Iklan  
Photogallery  
Zodiak  
Forum  
Tips  
 
Index Berita  
 


Layanan Publik
 RS Sarjito 0274 - 587333 
 Polsekta Wirobrajan 0274 - 374832 
 Polsekta Umbul Harjo 0274 - 373916 
 Polsek Depok, Sleman 0274 - 566488 
 RS PKU Muhammadiyah YK 0274 - 512653 
 RS Panti Rapih 0274 - 563333 
 RS Mata Dr.Yap 0274 - 562054 
 RS Bethesda 0274 - 562246 
 SAR DIY 0274 - 562 811 
 Polda DIY 0274 - 563494 
Kalender Agenda
May
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
      1 2 3 4
5 6 7 8 9 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31


Agenda Rutin
Everyday Life
Orang Jawa yang Beruntung
"Kemarin pas mau ketemu klien, ban motorku ndadak bocor. Padahal udah ampir telat. Untung aja bocornya nggak jauh dari tukang tambal ban," ujar Tono.

more ]

 
 Ketika hujan dan hawa terasa dingin, Anda lebih suka menyantap...
  
  
  
  
  


 
Tarian Tematik, Sarana Pengembangan Seni dan Kreatifitas Anak
15/11/2006 13:06

Suasana meriah memenuhi studio musik di PPPG Kesenian di Jl. Kaliurang pagi itu. Puluhan siswa SD dari Bantul terlihat sangat semangat berlatih menarikan beberapa tarian. Dengan berseragam kaos merah bertuliskan Festival Seni Pertunjukan Internasional 2006 mereka mengikuti gerakan yang diajarkan Sidik Nugroho dan Lilin Candrawati.

Ya, hari itu anak-anak dari Bantul memang mendapat kesempatan khusus untuk mengikuti workshop tari. Kegiatan ini merupakan salah satu bagian dalam rangkaian acara Festival Seni Pertunjukan Internasional 2006 yang terselenggara dari tanggal 11 hingga 17 November. Sesuai dengan tekat membawa tradisi menuju pencerahan rasanya memang sangat pas bila anak-anak dari Bantul yang dibawa ke tempat yang biasanya digunakan para guru untuk berlatih ini.

Mereka memang harus bangkit dan melupakan bencana yang melanda. "Ini salah satu cara untuk memberi motivasi pada mereka agar kembali semangat belajar," imbuh Sidik yang tergabung di PPPG sejak tahun 90-an ini.

Siswa yang rata-rata kelas empat hingga enam ini mengikuti workshop selama kurang lebih tiga jam. Dalam waktu yang relatif singkat ternyata mereka mampu menguasi tiga tarian sekaligus. Ancient (mendaki gunung), menanam jagung, dan naik delman, adalah tema yang diangkat hari itu. Dari sini siswa diajarkan untuk mulai mengenal berbagai aktivitas masyarakat.

Sebelum benar-benar menari mereka diberi kesempatan untuk menciptakan sendiri gerakan dari tema yang diberikan. Mereka harus membayangkan bagaimana cara petani menanam jagung, bagaimana orang naik delman ataupun naik gunung, dan aktivitas lainnya. Dari sini lah mereka belajar mengenal kehidupan sosial. Dengan menciptakan gerakan sendiri mereka berlatih untuk mengembangkan kreatifitas diri.

Jenis tarian ini memang telah dimasukan kurikulum sekolah dalam rangka mengembangkan dan melestarikan seni dan budaya. Namun nampaknya hal ini kurang didukung oleh para guru di sekolah. "Itu kendalanya. Mereka menganggap, '- ah cuma seni tari'," keluh Sidik yang telah menyelesaikan pendidikan S2-nya pada Pengkajian Seni di ISI.

Walaupun demikian anak-anak nampak tetap semangat dan menyenangi seni yang satu ini. "Rasanya seneng," kata Okti dan Tantri siswa kelas empat dari SD Wojo 1. Mengenai tema, mereka ternyata lebih menyukai tarian menanam jagung. "Seru aja," siswa lain menimpali.  

Harapan tetap ada, apalagi melihat semangat anak-anak. Untuk itu pada akhir sesi workshop Sidik kembali menegaskan, "Meskipun waktunya cuma pendek paling tidak adik-adik mengenal tarian-tarian. Nah, nanti kalian akan menyayanginya, kemudian ikut melestarikan. Inilah budaya kita," kata Sidik pada anak-anak yang terlihat sangat riang dan masih ingin menari lagi, tapi sayang waktunya telah habis. Sementara Lilin yang juga senang mengajar anak-anak menambahkan tips, "Adik-adik tidak perlu takut untuk mencoba. Yang penting punya motivasi besar dan semangat, pasti bisa!" Mereka pun pulang dengan keahlian tari baru dan semangat untuk mengembangkannya. (les)

 

 
Berita Terkait :

Doa dan Persembahan dalam Sebuah Tarian
Anak-anak Hingga Lansia Melebur dalam Kebersamaan Menuju Jogja Bangkit
Tarian Sudamala, Ungkapan Solidaritas Warga Gunung Lawu Bagi Jogja
Aneka Dolanan Meriahkan Pentas Seni Jogja Bangkit
Ngamen ala Didik Nini Thowok, Tontonan Gratis Sabtu Sore
"Semburatnya Teja Negara Kertagama", Tapak Tilas Perjuangan Bangsa Indonesia
Keiko Dance Company Indonesia Tour 2006, Di Antara Tradisi dan Masa Kini
Indahnya Tari Srimpi
 
Copyright © 2005 trulyjogja.com .
No part of this content or the data or the image or information included therein may be reproduced, republished or redistributed without the prior written permission of TrulyJogja.com

Mengenal Jogja & Yogyakarta Lebih dekat