EMIC, Cetak Atlit In-Line Skate 17/02/2006 13:08
Olah raga tak saja menyehatkan namun juga menyenangkan. Olah raga juga merupakan bagian dari trend yang berkembang di tengah masyarakat. Pada pertengahan tahun 90-an, trend olah raga in-line skate meningkat. Berbeda dengan sepatu roda, in-line skate menggunakan sepatu yang memiliki 4 sampai 5 roda dengan letak berjajar satu baris.
Berkat kepopulerannya, klub-klub in-line skate pun banyak bermunculan. Namun seiring bergantinya tahun, dan bergantinya trend itu sendiri, in-line skate mulai dilupakan sebagian penggemar. Banyak orang yang memilih untuk mengeluti olah raga lain yang dirasa mulai menjadi trend. Hal seperti ini rupanya tidak terjadi pada orang-orang yang saat ini tergabung dalam EMIC Club.
EMIC Club yang diketuai oleh Pak Andre ini secara formal berdiri pada tahun 2000 setelah lepas dari Geronimo Community. Para pencetus EMIC Club memutuskan untuk berdiri secara independen karena adanya keinginan untuk lebih maju. EMIC Club yang memiliki nama panjang Elang Merapi In-line Skate Club ini mendidik anggotanya untuk menjadi atlit in-line Skate, khususnya dalam hal kecepatan.
Nama Elang Merapi yang sekaligus menjadi lambang dari klub ini memiliki makna filosofis tersendiri. Elang Jawa yang dalam lambang digambarkan terbang diatas gunung Merapi tersebut memiliki arti bahwa adanya keinginan klub ini untuk mengepakkan sayapnya hingga menembus batas tertinggi, yang diibaratkan dengan gunung Merapi.
Pada permulaan kemunculannya, tak banyak yang berminat untuk bergabung. Namun berkat latihan rutin yang kerap menjadi tontonan tersendiri ini, banyak orang yang lantas tertarik untuk bergabung. Bergabung dan menjadi anggota dari klub ini cukup mudah. Mereka yang berminat, boleh mengawalinya dengan sekedar "mencicipi" olah raga tersebut, tanpa kewajiban untuk langsung bergabung.
Klub yang diorganisir oleh para orang tua dari atlit ini mewajibkan tiap anggotanya membayar iuran sebesar Rp. 25.000 setiap bulannya. Dan untuk keperluan acara-acara tertentu, para orang tua mengumpulkan uang dengan cara iuran sukarela. Saat ini anggota yang terdaftar dalam klub ini berjumlah sekitar 40 orang dan umurnya sangat bervariasi, yang termuda berumur 5 tahun dan yang tertua adalah seorang ibu-ibu. Memang, EMIC Club tak memberikan batasan umur maksimal dalam menjadi anggotanya.
Tak hanya sekedar mengajarkan para anggotanya untuk menjadi atlit, EMIC CLub juga mendidik anggotanya menuju ke arah yang positif, disiplin dan bertanggung jawab. Menu latihan yang harus dilakukan seorang anggota tiap minggunya dilakukan 4 kali seminggu yaitu Selasa, Kamis, Sabtu pukul 16.00 WIB dan Minggu pukul 08.00 WIB. Selain itu, setiap anggota diwajibkan memakai helm pelindung selama latihan berlangsung. Hal ini dilakukan demi terjaminnya keamanan tiap anggotanya.
Olah raga yang cukup menantang ini ternyata bisa dijadikan lahan mencari prestasi bagi penggemarnya. Berbagai kejuaraan telah mereka ikuti dan juarai, baik yang menggunakan nama klub maupun mewakili daerah. Event terakhir yang mereka ikuti adalah Kejuaraan Nasional Bupati Sidoarjo Cup yang diselenggarakan pada tanggal 4-5 Februari 2006 lalu. Beberapa peserta yang merupakan anggota EMIC mendapatkan medali emas serta beberapa medali lainnya.
Langkah selanjutnya yang telah dipersiapkan EMIC Club tersebut adalah mendidik anggotanya secara lebh ketat dalam rangka pemilihan perwakilan PON 2008 yang menurut rencana akan diadakan di Kalimantan Timur. Untuk keterangan lebih lanjut dapat mendatangi latihan mereka yang bertempat di Gedung Unit Centre UGM atau datang langsung ke sekertariat mereka yang terletak di Jl. Nanas No. 16 Kadisoka, Kalasan atau Jl. Pandega Widya No. 137 (0274-561610). (dit) |